(Jakarta – haltebus.com) Mercedes-Benz Bus memperkenalkan bus dengan posisi pengemudi di sisi kanan dalam balutan model Tourismo. Bus dengan lantai tinggi ini telah memenuhi standar emisi Euro VI dengan mesin baru OM470 BlueEfficiency. “Dengan pintu penumpang di depan kiri di sisi trotoar,Tourismo 2-axle disesuaikan dengan kebutuhan Inggris,” begitu yang ditulis dalam rilis daimler.com, Senin (15/7/13). Beberapa perubahan dilakukan Mercedes-Benz dalam menghadirkan Tourismo berlantai tinggi ini. Dari sisi mesin, Tourismo sudah mengadaptasi mesin yang menjadi persyaratan emisi gas buang berstandar Euro VI yang akan berlaku di Eropa mulai tahun 2014. Mesin OM470 enam silinder segaris berkapasitas 10,7 liter yang menjadi penopang Tourismo memiliki beberapa fitur baru. Kinerja mesin didukung dengan sistem transmisi otomatis. Ada tiga pilihan transmisi yang ditawarkan oleh Mercedes-Benz. Ada pilihan transmisi manual enam-kecepatan dengan kokpit joystick, ada transmisi otomatis delapan kecepatan dengan PowerShift Mercedes atau ZF Ecolife transmisi otomatis enam percepatan. Mesin ini diklaim lebih mulus saat beroperasi dan rendah tingkat kebisingannya, namun responsif dan lincah. Output yang dihasilkan tinggi di putaran sangat rendah. Dipasang secara vertikal di bagian belakang bus, OM470 memiliki dua overhead camshafts, empat katup per silinder. Mesin common-rail injection memiliki sistem injeksi X-PULSA fleksibel dengan penguat tekanan. Berat mesin hanya 990 kg dan dimensi yang kompak. Mercedes-Benz menyebut mesin ini sangat ideal untuk bus dengan ruang instalasi terbatas. Untuk treatment emisi gas buang, Mercedes-Benz memilih BlueTec6 teknologi dalam semua varian. Dengan particulate filter tertutup dikombinasikan Mercedes-Benz SCR sistem dan catalytic converter pengoksidasi. Sistem ini telah berhasil digunakan Mercedes-Benz selama bertahun-tahun. Gas buang yang dihasilkan mesin juga didinginkan dan disirkulasikan. “Akibatnya, emisi partikulat dan nitrogen oksida direduksi ke titik di mana keduanya hampir tidak terdeteksi.” Mercedes-Benz yakin, mesin berstandar emisi gas buang Euro VI tidak hanya beroperasi bersih, namun juga ekonomis karena konsumsi bahan bakar yang rendah dan mengurangi konsumsi oli mesin. “Selain itu operator dapat mengharapkan interval servis panjang dan daya tahan yang mengesankan.”(naskah : mai/foto: daimler.com) |
Kamis, 05 Desember 2013
TOURISMO BARU DENGAN SISI PENGEMUDI DI KANAN
PERSIAPAN SERIUS BUS NON-AC
(Jakarta – haltebus.com) Hujan deras mengguyur Jakarta, Kamis (1/8/13) malam saat Krisna Hidayat tengah menyampaikan pesan-pesan kepada sejumlah pengemudi yang bertugas membawa sedikitnya 250 unit bus untuk mengangkut penumpang mudik bersama. Direktur Utama PT. Hiba Utama itu, terbiasa mengawasi langsung persiapan kendaraan yang akan mengangkut pemudik setiap tahunnya. “Ingat keluarga di rumah. Kita ini mengantar penumpang untuk mudik ke kampung halamannya, bukan bawa bus untuk balapan di jalan,” katanya di Pool PT. Hiba Utama Raya Bekasi Km 22, Cakung Barat, Jakarta Timur. Sebelum Krisna datang, suasana di pool itu hiruk-pikuk oleh ramainya pengemudi yang sibuk mempersiapkan diri. Mulai surat jalan, pembagian jurusan, pengecekan bus hingga tes kesehatan. Mereka dengan sabar mengantri menunggu giliran untuk mempersiapkan semua. Menurut Wakil Direktur PT. Hiba Utama, Glenn Widodo, persiapan untuk angkutan mudik bersama ini sudah menjadi rutinitas bagi mereka. Dia mengatakan, sudah ke-24 kalinya mereka disewa PT. Sido Muncul untuk mengangkut pemudik gratis ke berbagai daerah di P. Jawa. “Bus kami siapkan sejak siang. Bus yang akan bertugas diparkir sesuai urutan dan jam 22.00 mulai berangkat ke tempat pemberangkatan,” ujarnya. Keseriusan PT. Hiba Utama juga terlihat dari keterlibatan langsung Krisna Hidayat secara teknis dalam persiapan pemberangkatan. Sudah menjadi rutinitas pria paruh baya asal Magelang ini untuk memberikan pelayanan yang terbaik, meski bus yang disewa pelanggan setianya bukan bus ber-AC. “Kalau ada masalah di jalan dilihat lagi di balik STNK, di sana ada nomor-nomor yang bisa dihubungi. Kita ada bengkel di beberapa titik. Kalau anda mengantuk, silahkan masuk pool kita di Cirebon,” kata dia lagi. Sementara itu, GM Marketing & Operational PT. Hiba Utama M. Saiful Anwari menjelaskan, sudah menjadi langganan bukan berarti pelayanan terhadap penyewa tidak dikurangi. Dia mengklaim, pelayanan bahkan lebih ditingkatkan. Menurut dia, mereka sengaja menyiapkan secara khusus tim yang memeriksa urine dan tekanan darah pengemudi. Pemeriksaan alkohol juga mereka lakukan. “Ini tahun pertama kami memeriksa sendiri pengemudi kami untuk tes yang lengkap. Tahun lalu, ada pemeriksaan urine dari Kemenkes, nah sekarang kami antisipasi juga dengan pengetesan sendiri,” kata dia. Sejak tahun lalu, Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2-PL) Kemenkes mulai mengadakan tes kesehatan bagi setiap pengemudi untuk angkutan mudik bersama. Sebagai Koordinator Pelaksana Teknis Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan, Kementerian Kesehatan meluncurkan program zero accident. Pemeriksaan kesehatan ditujuan untuk mendeteksi kesiapan fisik pengemudi. Dari serangkaian tes, dapat diketahui pengemudi yang kelelahan, yang memiliki penyakit laten seperti darah tinggi dan gula darah, juga yang mengkonsumsi alkohol. Semua hal itu, sangat terkait dengan konsentrasi di saat mengemudi. Standar pelayanan PT. Hiba Utama tahun ini bertambah dengan adanya tes kesehatan. Apa yang mereka lakukan belum tentu juga dilakukan oleh operator bus lain. Walau hanya menawarkan layanan kelas ekonomi, ternyata operator bus yang bermarkas di Klender itu mampu menghadirkan standar pelayanan yang tak kalah dengan layanan eksekutif.(naskah : mai/foto : mai) |
POSTBUS SWISS PESAN 85 UNIT BUS KOTA MAN
(Jakarta – haltebus.com) PostBus, operator bus kota di Swiss memesan 85 unit bus kota MAN untuk jenis standar dan bus gandeng. MAN Truck & Bus AG, Jerman, akan memasok bus-bus itu dalam dua tahun ke depan. “Pengiriman kendaraan pertama akan berlangsung pada bulan April 2014,” begitu rilis yang dimuat dalam situs resmi MAN Truck & Bus AG, Jerman. Selasa (13/8/13).
Pemesanan bus MAN Lion versi bus kota ini dalam rangka memenuhi standar emisi gas buang yang mulai diterapkan di Eropa mulai 1 Januari 2014. Sejak saat itu, kendaraan wajib memenuhi standar gas buang Euro VI. MAN sendiri telah melengkapi bus Lion-nya dengan mesin Enhanced Environmentally Friendly Vehicle (EEV) Euro VI yang ramah lingkungan. Mesin diesel enam silinder common-rail dengan output 320 hp dan 360 hp.
Sistem transmisi yang tergantung Topografi yang melengkapi kinerja mesin diklaim MAN berkontribusi pada pengoperasian bus yang bisa menghemat bahan bakar. Sistem ini secara otomatis mengaktifkan program perubahan persneling yang paling efisien yang menuntun sistem operasi. Pengaturan otomatis akan bekerja pada posisi bus saat menanjak atau menurun.
"Kami bangga bahwa PostBus, Operator bus terbesar dan paling tradisional Swiss, memutuskan dukungan penyediaan bus dari MAN. Kami yakin bahwa ini akan memiliki efek positif, tidak hanya pada organisasi kami, tapi di pasar bus Swiss," kata Marcus Gossen, CEO MAN Truck & Bus Swiss.
Armada PostBus saat ini terdiri dari sekitar 2.100 kendaraan, dimana 560 bus dari MAN dan NEOPLAN. Sebagai penghargaan atas komitmen PostBus mempercayakan bus-busnya, kontrak berbagai layanan disiapkan oleh MAN bersama dengan pemesanan. Postbus sendiri memesan bus MAN Lion yang dilengkapi dengan AC yang cocok bagi penyandang cacat, dengan jalur kursi roda dan tempat duduk untuk orang-orang difabel.
Dengan jaringan pelayanan rute sepanjang 11.249 Km, PostBus adalah penyedia jasa transportasi terkemuka di Swiss. Lebih dari 350.000 orang dilayani setiap hari ooleh mereka. Perusahaan ini terus mengukuhkan diri sebagai yang terdepan dalam sistem transportasi umum dan meningkatkan kehadirannya di kota-kota Swiss dan di negara-negara tetangga. (naskah : mai/foto : dok. MAN Truck&Bus)
VOLVO HADIRKAN BUS HIBRIDA DI PAMERAN BUS DUNIA
(Jakarta – haltebus.com) Tren teknologi yang berbasis bahan bakar yang effesien mendorong Volvo Bus menghadirkan teknologi bus hibrida yang mereka kembangkan. Tak hanya menghadirkan armada bus hibrida di berbagai kota di belahan dunia. “Pada pameran Busworld Kortrijk nanti salah satu yang menarik dari kami adalah bus gandeng hibrida,” demikian pernyataan yang dirilis volvobuses.com Rabu, (21/8/13).
Busworld Kortrijk adalah salah satu dari beberapa pameran bus yang berpengaruh di Eropa. Tahun ini pameran akan berlangsung pada 18 – 23 Oktober 2013. Pameran yang digelar setiap dua tahun ini sejak 1971, dikunjungi 30 ribu orang dan diikuti peserta dari 118 negara pada perhelatan terakhir di tahun 2011 lalu. Melihat perkembangan itu Volvo tertarik memamerkan keunggulan teknologi konsumsi energi yang lebih rendah. Karakteristik yang ramah lingkungan sangat menarik untuk operator bus dan masyarakat, khususnya di Eropa yang mulai menerapkan standar emisi Euro 6 pada Januari 2014. Bagi Volvo Bus,electromobility adalah jalan menuju masa depan. “Versi gandeng dari bus hibrida adalah model dengan permintaan tinggi di banyak kota-kota Eropa,” begitu pernyataan Volvo Bus. Menurut Volvo Bus, bus gandeng yang dipamerkan adalah Volvo 7900 seri Hibrida dengan panjang 18 meter dan menampung 154 penumpang. Konsumsi bahan bakar adalah sekitar 30 persen lebih rendah dari varian diesel setara. Ditopang motor listrik, karbon dioksida dan emisi polusi udara setara dengan nol saat motor listrik bekerja. Bahkan, dengan mesin diesel yang juga ditanam di bus ini, partikel emisi dan nitrogen oksida jauh lebih rendah dari mesin diesel 5 liter Euro 6. Volvo Bus mengungkapkan bahwa mereka telah menjual hampir 1.200 unit Volvo 7900 Hibrida ke-21 negara, dalam waktu relatif singkat. Mereka bahkan mengklaim, memimpin di pasar global sebagai pemasok untuk bus hibrida terbesar di Eropa. Di Bogota, Kolombia, Volvo Bus baru menandatangani kontrak penjualan 200 unit bus untuk Trans Millenio yang segera beroperasi pada Desember 2013. Di Eropa, bus hibrida ini juga terjual untuk melayani kota-kota, diantaranya, Gothenburg (Swedia), Hamburg (Jerman) dan Aarau (Swiss). Dengan sebaran seperti itu, tak heran jika Volvo Bus menampilkan bus Volvo 9700 dan 9900 dengan desain baru di bagian depan dan belakang. Volvo Bus juga akan menawarkan solusi bisnis yang membantu operator meningkatkan optmalisasi operasional dan efisiensi bahan bakar. “Penawaran ini meliputi penawaran layanan seperti baterai dan pemeliharaan kontrak, layanan telematika dan portofolio manajemen armada yang luas.” (naskah : mai/foto : volvobuses.com) |
VOLVO BUS PERBAHARUI 100 UNIT BUS GANDENG
(Jakarta – haltebus.com) Effesiensi dalam hal investasi tak hanya dilakukan oleh operator bus di Indonesia. Di Stockholm, Swedia, Volvo Bus menerima kontrak kerjasama dari Keolis untuk memperbaharui 100 unit bus gandeng yang mereka operasikan. “Dengan memperbaharui bus-bus kami, kami bisa memperpanjang usia operasional bus empat – lima tahun dengan investasi yang terbatas,” kata Karl Orton, Technical Director Keolis Swedia, dalam rilis yang diterima redaksi haltebus.com, Selasa (2/9/13). Keolis adalah sebuah perusahaan transportasi asal Perancis. Grup usaha ini memiliki bisnis di berbagai negara seperti Australia, Belgia, Kanada, Denmark, Jerman, India, Belanda, Norwegia, Portugal, Inggris, AS dan Swedia. Program pembaharuan bus ini adalah transaksi terbesar untuk tipe bus gandeng di Swedia yang diterima Volvo Bus. Menurut Orton, mereka ingin mengurangi dampak lingkungan dari usia bus dengan program pembaharuan. Disamping itu, lanjut dia, kenyamanan dan keamanan untuk penumpang juga bisa lebih terjaga. Bus yang diperbaharui adalah bus-bus gandeng Volvo seri 8500 yang diproduksi tahun 2004 dan 2005. Semua pekerjaan akan dilakukan pada September ini. Keolis ingin memperbaharui bus tak hanya dari sisi interior, tetapi juga eksteriornya. Mesin juga termasuk yang diperbaharui. Sepertiga dari bus-bus itu akan dilengkapi dengan sistem pembuangan yang bisa menekan emisi dari partikel gas buang dan oksida nitrat. Ada pembagian pekerjaan untuk keseluruhan bus yang diperbaharui. Untuk pekerjaan perbaikan bodi bus akan dikerjakan di Volvo Bus Säffle. Sementara untuk overhaul mesin dipusatkan pada unit Volvo Bus di Flen, dan untuk penyetelan mesin dan bodi bus dilakukan di Pusat Volvo Truk di Huddinge. “Memobilisir sumber daya yang kami miliki di beberapa area, membuat kami bisa memastikan segala bentuk tanggungjawab dari solusi (perbaikan) yang kami tawarkan,” kata Martin Spjern, Market Manager Volvo Bus untuk Wilayah Nordic. Keolis sendiri tak keberatan dengan proses yang dilakukan di beberapa titik pusat perbaikan. Menurut Karl Orton, mereka cukup terbantu dengan adanya kontrak kerjasama dengan Volvo Bus. “Kerjasama ini membuat kami hanya melakukan satu transaksi dengan beberapa titik pekerjaan dengan konsekuensi beberapa transaksi yang harus kami lalui,” ujar dia tanpa menyebut nominal keseluruhan transaksi antara Keolis dan Volvo Bus. (naskah : mai) |
MAN LATIH PENGEMUDI BUS TIM SEPAK BOLA
(Jakarta – haltebus.com) Liga sepak bola Jerman musim ini diwarnai oleh bus-bus dari MAN dan Neoplan. Ada 13 klub sepak bola di Jerman menggunakan bus-bus yang dipasok dua pabrikan bus itu untuk mobilitas kegiatan mereka. Tak salah jika MAN Bus mengadakan pelatihan khusus untuk pengemudi yang melayani perjalanan tim-tim sepak bola tak kurang dari 60 ribu Km sepanjang musim kompetisi. “Dalam rangka untuk memastikan mereka bisa mengantarkan penumpang ke tujuan, mereka dilatih bagaimana menangani kendaraan dengan aman oleh MAN ProfiDrive,” demikian rilis yang dikeluarkan MAN Bus, Jumat (6/9/13).
Pelatihan ini diadakan di fasilitas pendidikan pengemudi, MAN ProfiDrive. Bertempat di ADAC Fahrsicherheitszentrum Nordbayern milik MAN Profidrive di Schlüsselfeld pengemudi bus tim sepak bola itu mengikuti serangkaian pelatihan. Pelatihan dibagi dalam dua sesi. Pengemudi diajarkan berbagai macam teori di dalam kelas oleh instruktur pengemudi MAN ProfiDrive. Ada pengenalan bus secara fisik dan teknologi yang melekat di dalamnya. Di dalam kelas mereka diajarkan menangani sistem yang membantu pengemudi saat mengoperasikan bus yang tertanam dalam bus MAN dan Neoplan.
Sesi kedua, peserta mengaplikasikan apa yang mereka pelajari di kelas. Untuk praktek teknis mengemudi, ada berbagai halang rintang yang disiapkan untuk memastikan pengemudi bisa menguasai kendaraan mereka. Pada uji rute, pengemudi diajarkan bagaimana menjaga bus di bawah kontrol mereka. MAN ProfiDrive melakukan simulasi situasi kritis saat mengemudi. Ada air mancur, blok bertekanan udara dan simulasi bahaya yang bisa tiba-tiba muncul, yang kesemuanya memerlukan respon cepat dan penanganan yang tepat dari kendaraan .
Materi seperti ini dianggap penting mengingat padatnya jadwal kompetisi sepak bola. Segala konsekuensi selama bertugas seperti jadwal yang ketat, kemacetan lalu lintas dan kondisi yang berbeda di setiap perjalanan menuntut konsentrasi penuh pengemudi. “Mengetahui kendaraan anda dengan baik dan penguasaannya dengan benar, dalam situasi berbahaya sangat membantu anda agar terhindar dari kecelakaan,” ujar Rolf Lechner penanggungjawab pelatihan pengemudi di MAN ProfiDrive.
Di Jerman saja 3 – 4 ribu pengemudi ambil bagian dalam seminar yang diadakan MAN ProfiDrive. Kini, MAN ProfiDrive melayani sedikitnya pelatihan pengemudi di 25 negara, dengan 69 tenaga pelatih profesional. Mereka memberikan pelatihan untuk pengemudi profesional dengan pelatih yang mengajarkan bagaimana mengendalikan kendaraan dengan baik dalam situasi apapun dan juga sekaligus bisa mereduksi konsumsi bahan bakar hinggar di atas 10 persen.
Rolf menjelaskan, dengan adanya pelatihan pengemudi ini, perjalanan anggota klub tidak hanya menjadi nyaman tetapi juga aman. Selama pelatihan pengemudi bus yang melayani klub benar-benar diuji untuk bisa menerapkan sistem keselamatanstate-of-the-art yang diajarkan MAN ProfiDrive. Pelatihan pengemudi jelas sangat menguntungkan penumpang. Mereka bisa menikmati fasilitas bus yang nyaman, juga tak perlu khawatir akan keselamatan di perjalanan. (naskah : mai/foto : MAN Bus)
UNITED TRACTORS SERIUSI RAMBAH PASAR SUMATERA
(Jakarta – haltebus.com) Dua minggu pertama Juli 2013 menjadi momen bersejarah bagi bus Scania di Indonesia. Untuk pertama kalinya mereka mulai merambah pasar bus di Sumatera. Jika sebelumnya populasi bus Scania banyak ditemui di Jawa dan Sulawesi, kini PT. United Tractors sebagai Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) Scania di Indonesia mulai melepas tiga unit K-360IB-4x2 di sana. “Sumatera merupakan pasar yang sangat menarik bagi kami, seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat atas transportasi yang lebih nyaman dan aman, maka United Tractors menghadirkan bus Scania sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut,” kata Andreas Scania Bus Sales Manager, PT. United Tractors saat dihubungi haltebus.com Kamis (5/9/13).
Tiga unit bus Scania itu dioperasikan PO. Siliwangi Antar Nusa (SAN), operator bus yang berbasis di Bengkulu. Menurut Andreas, selama hampir sembilan tahun memasarkan bus asal Swedia itu, mereka ingin melebarkan pasar ke wilayah yang baru. Selama ini, kata dia, pengembangan bisnis terfokus pada pulau Jawa. Lebih dari 60 persen populasi bus Scania ada di pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia itu.
Menurut Andreas, PT. United Tractors saat ini juga telah merakit chassis Scania K-360IB-4x2 sebagai wujud keseriusan mereka merambah pasar yang baru di Indonesia. Sebelumnya, chassis-chassis Scania masih didatangkan secara utuh dari negeri asalnya. Kapasitas terpasang perakitan 300 unit per tahun atau 25 unit per bulannya.
Masuknya bus Scania ke Sumatera, secara kemampuan teknis cukup memenuhi kebutuhan segala medan yang ada di sana. Andreas menyatakan, dengan ground clearance yang memadai, teknologi terkini dan segala fitur yang ada mereka siap membidik pasar bus kelas premium. “Kami menawarkan kenyamanan, stabilitas pengendalian bus, Electronic Braking System/Anti-lock Braking System dan retarder untuk faktor keselamatan, serta teknologi mesin terkini yang ramah lingkungan,” katanya.
Des menyebut, tidak sedikit penumpang yang tertarik menyicipi kenyamanan bus yang terbilang langka di Sumatera ini. Menurut dia, bus selalu ditunggu-tunggu penumpang. Saat ditemui haltebus.com pekan lalu, bus yang dikemudikannya tengah membawa rombongan dari Pekanbaru yang berwisata ke Jakarta.
Saat perjalanan perdana Rabu (10/7/13) lalu, dengan membawa 40 penumpang penumpang untuk jurusan Jakarta – Bengkulu. Bus menunjukkan kemampuannya. Dalam waktu 40 detik, bus bisa melaju dari diam hingga kecepatan 100 km/jam. Mesin berkapasitas 13.000cc ini, memperlihatkan kehandalannya saat jarum penunjuk kecepatan ada di angka 125, sementara putaran mesin ada di posisi 1800 rpm.
Faktor kenyamanan dan kestabilan saat dioperasikan, memang jadi alasan PO. SAN memilih chassis bus Scania. Direktur Utama PO SAN, Kurnia Lesani Adnan menyatakan, ada fitur yang memungkinkan bus stabil saat bermanuver. “Ada Electronic Level Control system yang mendukung bus saat bermanuver, ini sangat kami butuhkan untuk medan Sumatera,” ujarnya.
Kompetisi untuk pasar bus kelas premium yang sudah dimulai di tahun 2013 diprediksi bertambah ketat di tahun 2014. Persaingan pemasaran, kompetisi teknologi yang dihadirkan pabrikan pada akhirnya akan menguntungkan konsumen. Para pengguna jasa transportasi bus semakin dimanjakan dengan fitur-fitur bus yang semakin nyaman dan aman. (naskah : mai/ilh/foto : mai/dok haltebus.com)
Langganan:
Postingan (Atom)