(Jakarta – haltebus.com) Di musim liburan tiba, seperti bulan Mei – Juni, kerap kali bersliweran bus-bus pariwisata. Jika kita amati, ada saja satu dua yang baru pertama kali kita kenal. Begitu pula di hari-hari yang kerap dipilih untuk berlibur yakni saat libur akhir pekan yang panjang, tidak sedikit bus pariwisata keluar ‘sarangnya’. Meski persaingan begitu ketat, tak menyurutkan PT. Wisata Indah Nusantara (WIN) memulai merambah pasar bus pariwisata di tahun 2012. “Kami fokus pada pemasaran yang spesifik, kami juga mengoperasikan bus yang spesifik,” kata General Manager PT. WIN Samsi N. Hendrawan kepada haltebus.com (Selasa 10/4/13). Samsi mengungkapkan, PT. WIN mengawali bisnis transportasi dengan cara yang cukup unik. Jika perusahaan lain mengawalinya dengan membeli bus dari karoseri, perusahaan yang bermarkas di Tangerang Selatan ini sebaliknya. Mereka membuat bus dulu, baru memanfaatkannya untuk mengadu peruntungan. Jangan salah, bukan mencari untung semata melainkan juga menyalurkan kreatifitas dan hobi dari pemiliknya. Dimulai dari sesuatu yang unik pula, akhirnya Samsi juga mengembangkan pasar yang unik. Tak seperti operator bus pariwisata yang lebih menyasar pada usaha sewa-menyewa bus, pria yang pernah 20 tahun tinggal di Bali ini memilih wisatawan khusus sebagai pelanggannya. Setiap bus yang dipasarkannya tidak pernah lepas dari paket-paket wisata. Entah bus caravan, maupun bus konvensional yang mereka miliki memiliki tujuan wisata yang jelas. Menurut Samsi, tidak mudah mengambil posisi seperti ini mengingat kebanyakan penyewa bus lebih senang hanya sekedar menyewa, tanpa merasa perlu disiapkan paket wisatanya. Apa yang dilakukan Syamsi dan tim-nya mengingatkan kita di era 1990-an. Saat itu, biro-biro perjalanan memiliki armada bus sendiri untuk melayani paket-paket wisata yang mereka sediakan. Paket yang umumnya ditawarkan saat itu, paket wisata ke Bandung tiga hari dua malam, paket Pangandaran tiga hari dua malam, paket Jawa – Bali tujuh hari, dan lain-lain. “Kami mencoba menawarkan paket-paket yang bisa disesuaikan dengan keinginan penyewa, mereka hanya tinggal menikmati perjalanan tanpa perlu memikirkan tempat tujuan wisata,” ujar dia. Saat haltebus.com berkunjung, Samsi tengah mempersiapkan paket wisata ke Cirebon untuk 50 orang di akhir pekan. Selain berkeliling kota Cirebon, pelanggan diajak untuk menikmati atraksi budaya di Istana Kasepuhan Cirebon. Pemilu tak hanya menjadi ajang pesta rakyat, tetapi juga berarti peluang bagi pengusaha bus. Dengan bus caravan yang mereka siapkan, Samsi optimistis, mereka bisa memanfaatkan peluang untuk menyewakannya pada petinggi partai maupun calon presiden yang akan berkampanye ke sejumlah daerah. Bahkan, haltebus.com menemukan inisial ARB pada salah satu plat nomor armada PT. WIN. Inisial ini identik dengan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. “Memang bus-bus caravan ini tak seramai bus konvensional penyewanya, mungkin karena belum mengerti, tetapi bus caravan kami cukup lumayan peminatnya,” kata Samsi. Salah satu bus dilengkapi dengan meja lipat dan kursi yang bisa diputar untuk keperluan rapat di perjalanan. Di bus lain, ada kursi seperti yang terpasang pada bus konvensional, tentunya dengan jumlah terbatas demi kenyamanan. Ada yang hanya dilengkapi satu pintu yang menyatu dengan kabin pengemudi yang digunakan penumpang, ada pula bus yang menyediakan pintu tersendiri untuk penumpang. Jurus yang diterapkan PT. WIN sebenarnya sudah dikenal luas di kalangan ahli strategi pemasaran yang percaya, perbedaan yang unik bisa menjadi alat pemasaran yang jitu. Apalagi didukung dengan mengambil posisi yang tepat di tengah-tengah pasar yang berkembang. Anda juga bisa melakukannya. Selamat mencoba. (naskah: mai/foto : mai/istimewa) |
Kamis, 05 Desember 2013
AMBIL POSISI, UNTUK MENGEDUKASI PASAR PARIWISATA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar