(Jakarta – haltebus.com) Kemacetan di berbagai sudut Jakarta selalu menjadi isu utama di berbagai media. Setahun terakhir ketika Gubernur Joko Widodo berencana meremajakan dan menghidupkan kembali transportasi massal, bus kota menjadi salah satu targetnya. Rencana ini mengundang banyak minat pelaku usaha transportasi bus, tak terkecuali PT. Duta Putera Sumatera (DPS), Agen Pemegang Merek (APM) bus dan truk MAN. “Bus A69 cocok untuk transportasi massal di Jakarta, banyak dipakai di negara-negara maju, termasuk juga negara tetangga kita Malaysia dan Singapura,” kata Direktur Utama PT. DPS, Nugroho Tjandrakusuma kepada haltebus.com, di sela-sela Pameran Indonesia International Motor Show ke-21, Kamis (19/9/13).
Bus MAN A69 ini banyak kita temui di Inggris dan Australia, khususnya dengan sisi pengemudi di kanan. Beberapa operator di kedua negara itu mengoperasikan mesin diesel berbahan bakar gas, baik untuk mesin yang dipasang vertikal maupun horisontal. Di Australia misalnya, MAN A69 yang dipasarkan di sana menggunakan mesin MAN-D0836 LOH64 Euro 5. Sedangkan di Inggris menggunakan mesin dengan bahan bakar gas atau solar berstandar Euro 6, yang sudah diwajibkan berlaku tahun depan di Eropa.
Tampilan MAN A69 yang dipamerkan di IIMS 2013 standar untuk bus berlantai rendah. Saat kita memasuki kabin penumpang, ruang berdiri lebih luas. Separuh kabin penumpang bus dimaksimalkan untuk penumpang berdiri. Deretan kursi hanya ada di bagian belakang. Desain seperti ini, kata Nugroho, memungkinkan penumpang keluar dan masuk dalam waktu relatif cepat. “Sebagai bus pengumpan MAN A69 bisa mendukung mobilitas penumpang bus Transjakarta,” katanya.
Menurut Nugroho, MAN A69 ditawarkan dalam dua jenis bus yang terbagi berdasarkan bahan pembuatnya. Untuk bus dengan bahan alumunium ditawarkan seharga 250 ribu dolar AS. Sedangkan bus berbahan alumunium dilepas 280 ribu dolar AS. Harga yang relatif tinggi untuk bus yang dijual belum termasuk PPN. Jika dikonversi dengan Rp. 11.500/dolar AS, maka harga bus ada di kisaran Rp. 2,8 – 3,2 miliar.
Nugroho mengatakan, PT. DPS masih membuka jalan untuk pasar bus kota maupun bus apron yang cocok dengan bus MAN A69. Dia optimistis permintaan bus kota akan tumbuh di berbagai kota, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik.
Sementara itu, General Manager Operasional PT. DPS Eddy Handoko yakin, pertumbuhan kebutuhan angkutan massal tak hanya berkembang di Jakarta saja. Menurut dia, banyak kota besar yang menghadapi masalah kemacetan karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi. “Bayangkan, untuk tahun 2012 angka penjualan kendaraan sudah melewati 1 juta unit, begitu juga tahun ini pasti naik. Akan ada kebutuhan transportasi massal yang nyaman ,” katanya.
PT. DPS menargetkan bisa meluncurkan satu produknya di tahun 2013. Itu artinya tersisa tak lebih dari tiga bulan kita bisa mengetahui seperti apa bus MAN yang telah ditunggu sejak setahun terakhir. Tak hanya rupa bus yang bisa MAN R37 yang bisa dibangun dalam dua bentuk, bus tingkat atau bus konvensional yang dinantikan. Bus MAN A69 untuk bus kota pasti juga menarik dicicipi di tahun 2014. Satu lagi, benarkah bus alumunium bisa hilir-mudik di jalan raya di Indonesia? Bersiap-siaplah untuk era baru bus yang akan menemani perjalanan kita di tahun depan. (naskah : mai/foto : mai/bay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar